Tampilkan postingan dengan label PHP. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label PHP. Tampilkan semua postingan
Rabu, 21 Maret 2018
Ambil Subdomain dengan PHP
Minggu, 11 Februari 2018
Perbedaan Fungsi Echo, Print Dan Printf Pada PHP
Dalam pembuatan sebuah program, sering kali kita membutuhkan banyak fungsi atau perintah yang digunakan berulang-ulang. Misalnya perintah untuk menampilkan hasil output, perintah pengulangan data, kondisi, dan masih banyak lagi.
Untuk menampilkan hasil output, sering digunakan fungsi echo, print dan printf. Namun ternyata masih banyak juga yang belum mengetahui secara persis perbedaan dari fungsi-fungsi ini. Nah, berikut saya akan jelaskan perbedaan dari ketiga fungsi tersebut:
1. Echo
Fungsi echo digunakan untuk menampilkan hasil output sebanyak satu atau lebih data yang dipisahkan dengan tanda koma (,) pada browser.
Contoh:
Hasil :
2. Print
Fungsi print memiliki fungsi yang sama dengan echo, namun print hanya mampu menampilkan data tunggal (hanya satu data).
Contoh:
Hasil :
3. Printf
Fungsi printf memiliki fungsi yang sama dengan echo dan print, namun fungsi ini dapat mengatur format data yang akan ditampilkan pada browser.
Contoh:
hasil :
Pada printf, parameter pertama menunjukan format string, dan parameter ke 2, 3 dst... menunjukan argumen atau data. Format string selalu menggunakan tanda persen (%). Pada format %s mewakili kata "sting" (data bertipe string), %d mewakili 10 (data bertipe integer), %0.02f mewakili 3.14 (data bertipe bilangan real).
Berikut format string beserta keterangannya:
Sekarang semoga anda dapat menerapkan fungsi output yang efektif pada script pemogramannya.
Kamis, 18 Mei 2017
Format Angkat Ke Format Romawi dengan PHP
Pengen melakukan perubahan dari angka ke pada format Romawi bukan, berikut ini adalah sebuah fungsi untuk melakukan perubahan format angka ke format romawi.
function romawi($n){cara pengunaan nya adalah :
$hasil = "";
$iromawi = array("","I","II","III","IV","V","VI","VII","VIII","IX","X",20=>"XX",30=>"XXX",40=>"XL",50=>"L",60=>"LX",70=>"LXX",80=>"LXXX",90=>"XC",100=>"C",200=>"CC",300=>"CCC",400=>"CD",500=>"D",600=>"DC",700=>"DCC",800=>"DCCC",900=>"CM",1000=>"M",2000=>"MM",3000=>"MMM");
if(array_key_exists($n,$iromawi))
{
$hasil = $iromawi[$n];
}
elseif($n >= 11 && $n <= 99)
{
$i = $n % 10;
$hasil = $iromawi[$n-$i] . Romawi($n % 10);
}
elseif($n >= 101 && $n <= 999)
{
$i = $n % 100;
$hasil = $iromawi[$n-$i] . Romawi($n % 100);
}
else
{
$i = $n % 1000;
$hasil = $iromawi[$n-$i] . Romawi($n % 1000);
}
return $hasil;
}
romawi(15);maka hasilnya adalah :
XV
Get URL via PHP
fungsi dalam pengambilan URL berfunsgi kebanyakan untuk membuat log visitor didalam sebuah web, berikut ini adalah beberapa fungsi yang dapat dimanfaatkan dalam pengambilan URL dengan menggunakan bahasa pemograman PHP.
$url = "http://$_SERVER[HTTP_HOST]$_SERVER[REQUEST_URI]";Hasilnya:
http://h4nk.blogspot.co.id/search/label/CodeIgniterPenjelasan dari script di atas adalah
1. Kegunaan http://$_SERVER[HTTP_HOST] adalah untuk mengabil domain utama yang ada pada browser. Misalnya link atau urlnya www.sistemphp.com/tanya/ maka url yang di ambil adalah www.sistemphp.com.
2. Kegunaan $_SERVER[REQUEST_URI] adalah untuk mengambil atau mendapatkan root setalah domain utama tadi, yaitu /tanya/.
Selain dengan cara di atas mengambil url dapat menggunakan cara berikut ini. Nah untuk fungsi-fungsi di bawah ini tergantung penggunaan dan keperluan Anda. Simak script php berikut ini. Tanda baca === adalah merupakan hasil url yang di ambil atau didapatkan dengan contoh url lain.
1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 | $_SERVER["DOCUMENT_ROOT"] === /home/user/www$_SERVER["SERVER_ADDR"] === 8.8.8.8$_SERVER['HTTP_HOST'] === example.com (or with WWW)$_SERVER["REQUEST_URI"] === /folder1/folder2/yourfile.php?var=blabla__FILE__ === /home/user/www/folder1/folder2/yourfile.php --->//p.s. ON WINDOWS SERVERS, instead of / is \basename(__FILE__) === yourfile.php__DIR__ === /home/user/www/folder1/folder2 [same: dirname(__FILE__)]$_SERVER["QUERY_STRING"] === var=blabla$_SERVER["PHP_SELF"] === /folder1/folder2/yourfile.php$_SERVER["REQUEST_URI"] === /folder1/folder2/yourfile.php?var=blabla//If "parentfile.php" includes this source file, and "parentfile.php?a=123" is opened, then$_SERVER["PHP_SELF"] === /parentfile.php$_SERVER["REQUEST_URI"] === /parentfile.php?a=123$_SERVER["SCRIPT_FILENAME"]=== /home/user/www/parentfile.phpstr_replace($_SERVER["DOCUMENT_ROOT"],'', str_replace('\\','/',__FILE__ ) ) === /folder1/folder2/yourfile.php |
Penjelasan script kedua di atas
1. Kegunaan $_SERVER["DOCUMENT_ROOT"] adalah untuk mengambil semua root url.
2. Kegunaan $_SERVER["SERVER_ADDR"] adalah untuk mengambil ip address pada sebuah url.
3. Kegunaan $_SERVER["REQUEST_URI"] untuk mengambil seluruh url.
4. Kegunaan __FILE__ untuk mengambil file yang ada pada url.
5. Kegunaan __DIR__ adalah untuk mengambil direktori atau folder.
6. Kegunaan $_SERVER["QUERY_STRING"] adalah untuk mengambil isi pada sebuah variabel url.
7. Kegunaan $_SERVER["PHP_SELF"] adalah untuk mengambil root url beserta file pada url itu sendiri..
8. Kegunaan $_SERVER["REQUEST_URI"] adalah untuk mengambil root, file dan isi variabel pada sebuah url.
Rabu, 29 Maret 2017
CRUD Dengan Framework Codeigniter + grocerycrud
GROCERY CRUD adalah library open source yang digunakan untuk melakukan generate fitur CRUD (Create Read Update Delete) secara otomatis pada aplikasi berbasis web yang dibuat menggunakan framework codeigniter atau sering juga disebut dengam sebutan codeigniter CRUD Generator, karena hanya cukup dengan 5 baris script saja anda sudah mempunyai fitur CRUD yang powerfull. tentunya ini akan sangat bermanfaat jika anda sedang mengerjakan sebuah proyek yang memiliki banyak tabel master, dari pada membuat CRUD nya satu persatu lebih pakai pakai GROCERY CRUD saja untuk menghemat waktu pengerjaan crud tabel.
library ini juga cukup power full tapi? library ini masih memiliki kekurangan, jika anda gunakan dalam membangun sebuah aplikasi yang saling terhubunga dengan beberapa relasi atau anda memiliki proses sebelum melakukan penyimpanan tentu library ini tidak dapat digunakan.
pada artikel ini saya tidak mengajar anda malas ngoding, tujuan artikel ini hanya bagaimana melakukan pemanfaatkan sebuah library yang opensource. bukan mengajarkan anda bermalasan dalam melakukan pembuatan kode.
cara melakukan integrasi dengan Grocery + Codeigniter dapat dilakukan dengan tahapan berikut ini :
1. Download framework Codeigniter
Framework Codeigniter dapat anda download di sini : DOWNLOAD
2. Download Library Grocery
Library grocery dapat anda download di sini : DOWNLOAD
jika kedua file tersebut sudah anda download, buatlah sebuah folder pada direktory webserver anda, di sini saya membuat sebuah direktory dengan nama "crud"
extract kedua file tersebut dengan aturan yang anda extract terlebih dahulu adalah file codeigniter baru anda extract grocery.
dalam melakukan extract harus didalam direktory yang sama.sehingga file akan menjadi seperti gambar dibawah ini :
Tahap Konfigurasi :
1. Pengaturan koneksi database
Lakukan konfigurasi database dengan melakukan pengeditan pada file application/config/database.php
$active_group = 'default';
$query_builder = TRUE;
$db['default'] = array(
'dsn' => '',
'hostname' => 'localhost',
'username' => 'root',
'password' => '',
'database' => 'toko_mobil',
'dbdriver' => 'mysqli',
'dbprefix' => '',
'pconnect' => FALSE,
'db_debug' => (ENVIRONMENT !== 'production'),
'cache_on' => FALSE,
'cachedir' => '',
'char_set' => 'utf8',
'dbcollat' => 'utf8_general_ci',
'swap_pre' => '',
'encrypt' => FALSE,
'compress' => FALSE,
'stricton' => FALSE,
'failover' => array(),
'save_queries' => TRUE
);
yang perlu dilakukan perubahan adalah pada tulisan warna biru:
username : anda sesuaikan dengan username database
password : sesuai dengan password database
database : sesuaikan dengan database yang digunakan,pada contoh saya menggunakan database yang bernama "toko_mobil"
2. Konfigurasi base_url
lakukan perubahan pada file application/config/config.php
$config['base_url'] = '';
tambah menjadi
$config['base_url'] = '';
$config['base_url'] = ((isset($_SERVER['HTTPS']) && $_SERVER['HTTPS'] == "on") ? "https" : "http");
$config['base_url'] .= "://".$_SERVER['HTTP_HOST'];
$config['base_url'] .= str_replace(basename($_SERVER['SCRIPT_NAME']),"",$_SERVER['SCRIPT_NAME']);
oiya lupa untuk pada database saya terdapat 2 buah tabel
sekarang yang harus kita lakukan adalah membuat sebuah controller baru dengan nama : "Data"
<?php
Class Data extends CI_Controller {
function __construct() { parent::__construct(); $this->load->database(); $this->load->helper('url'); $this->load->library('grocery_CRUD'); }
function index() { $this->load->view('template.php',(array('output' => '' , 'js_files' => array() , 'css_files' => array())));} public function namadb($db) { $crud = new grocery_CRUD(); $crud->set_theme('datatables');
$crud->set_table($db); $output = $crud->render(); $this->load->view('template.php', (array)$output); }
}
pata view buat sebuah file dengan nama tamplate.php dengan script seperti berikut :
<!DOCTYPE html>
<html>
<head>
<title>GROCERY GRUD - h4nk.blogspot.com</title>
<meta charset="utf-8" />
<meta name="viewport" content="width=device-width, initial-scale=1.0">
<?php
foreach($css_files as $file): ?>
<link type="text/css" rel="stylesheet" href="<?php echo $file; ?>" />
<?php endforeach; ?>
<?php foreach($js_files as $file): ?>
<script src="<?php echo $file; ?>"></script>
<?php endforeach; ?>
</head>
<body>
<div>
<a href='<?php echo site_url('Data/namadb/jenis')?>'>Jenis Kendaraan</a> |
<a href='<?php echo site_url('Data/namadb/daftar_mobil')?>'>Daftar Mobil</a> |
</div>
<div style='height:20px;'></div>
<div>
<?php echo $output; ?>
</div>
</body>
</html>
sekarang coba panggil dengan alamat : localhost/crud/index.php/Data/
sekarnag klik Jenis Kendaraan
sekarang fitur inser, edit, delete, view,export, print sudah bisa anda gunakan dengan baik.
untuk contoh script dapat anda download di sini :
Label:
CodeIgniter,
Framework PHP,
PHP,
tips dan trik
Langganan:
Postingan (Atom)














